Mutasi Genetik Tanaman Jadi Solusi Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
Mutasi Genetik Tanaman Jadi Solusi Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
Thu, 5 June 2025 3:31
33333333

Rutengunikastpaulus.ac.id – Konferensi Internasional ICAGROLIVE 2025 berhasil menyita perhatian peserta konferensi oleh Assoc. Prof. Ts. Dr. Shamsiah Abdullah dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

Konferensi Internasional the first ICAGROLIVE 2025 yang diselenggarakan oleh FPP FT Unika St. Paulus Ruteng kini memasuki hari terakhir.

pada hari ke dua konferensi internasional ini, Prof. Shamsiah dari Malaysia mampu menggiring perserta konferensi untuk berpikir lebih jauh tentang masa depan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Unika St. Paulus Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Lingkungan Lewat Konferensi ICAGROLIVE 2025

Dalam pemaparan materinya pada hari kedua konferensi internasional ICAGROLIVE 2025 itu (5/6/2025) Prof. Shamsiah berhasil mendapatkan perhatian peserta konferensi saat membahas tentang mutasi genetik tanaman jadi solusi masa depan pertanian berkelannjutan.

Ia menyoroti bagaimana mutasi pemuliaan (mutation breeding) memainkan peran strategis dalam mempercepat pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan penyakit.

Mutasi untuk Diversifikasi Genetik dan Ketahanan Iklim

Dalam presentasinya, Prof. Shamsiah menjelaskan bahwa mutasi pemuliaan melibatkan induksi perubahan genetik secara sengaja, menggunakan sinar gamma, bahan kimia seperti EMS, atau teknologi modern seperti TILLING.

Baca Juga: Dekan FPP Unika Ruteng Sampaikan Pesan Inspiratif dalam Yudisium Semester Ganjil TA 2024-2025

Teknik ini berhasil menghasilkan ribuan varietas baru secara global yang menunjukkan peningkatan hasil panen, ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik, serta kualitas gizi yang lebih baik.

“Teknologi ini tidak hanya mempercepat pengembangan varietas unggul, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap iklim ekstrem,” ungkapnya.

Kasus Sukses: Varietas Padi Mutan

Salah satu contoh konkret yang dipaparkan adalah pengembangan padi mutan yang tahan banjir dan kekeringan.

Varietas ini telah melewati uji lapang dan diterima petani karena hasilnya yang stabil. Hal ini menandakan bahwa mutasi pemuliaan mampu menjawab tantangan pertanian tropis seperti yang dihadapi di Indonesia.

Masa Depan Pemuliaan: Kolaborasi dan Akses Data Terbuka

Prof. Shamsiah juga mendorong penguatan kolaborasi lintas negara dan penyediaan platform data terbuka untuk mempercepat penelitian dan pengembangan.

Baca Juga: FPP Unika St. Paulus Ruteng Gelar Bina Desa di Poco Likang, Dorong Pertanian Berkelanjutan

Menurutnya, masa depan pertanian berkelanjutan bergantung pada komitmen semua pihak terhadap inovasi ilmiah yang aman dan inklusif.

Mutasi pemuliaan membuka peluang besar bagi transformasi sektor pertanian, khususnya dalam konteks ketahanan pangan, pengurangan input kimia, dan adaptasi terhadap iklim.

ICAGROLIVE 2025 berhasil menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah ini sebagai bagian dari strategi global menuju pertanian berkelanjutan.

Penulis Berita: Selvianus Hadun

Berita

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

Memperkuat Kolaborasi Akademik melalui Kemitraan Strategis antara BMKG Frans Sales Lega dan Fakultas Pertanian dan Peternakan UNIKA Santu Paulus Ruteng
Ruteng, 9 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat sinergi antara institusi pemerintah...
Tue, 9 June 2026 | 7:08
Penguatan Link and Match: Unika Santu Paulus Ruteng dan PT Best Agro Internasional Gelar Sosialisasi Magang dan Rekrutmen
Ruteng, 16 April 2026 – Upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi ...
Fri, 17 April 2026 | 2:25
Digitalisasi Pertanian Jadi Keniscayaan, Fakultas Pertanian dan Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan
Ruteng, 19 Januari 2026 – Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulu...
Mon, 19 January 2026 | 3:21
Gubernur NTT Tegaskan Digitalisasi Pertanian sebagai Pilar Ketahanan Pangan pada INOPTAN 4
Ruteng, 19 Januari 2026 – Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa ...
Mon, 19 January 2026 | 12:36
Scroll to Top