Digitalisasi Pertanian Jadi Keniscayaan, Fakultas Pertanian dan Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan
Digitalisasi Pertanian Jadi Keniscayaan, Fakultas Pertanian dan Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan
Mon, 19 January 2026 3:21
Manfred-940x1024

Ruteng, 19 Januari 2026 – Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, menegaskan bahwa digitalisasi sektor pertanian merupakan sebuah keniscayaan dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan (INOPTAN) Seri 4 yang mengangkat tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal Melalui Digitalisasi untuk Ketahanan Pangan” di Ruteng, Senin (19/1/2026).

Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membuka peluang besar bagi transformasi sektor pertanian. Pemanfaatan teknologi informasi, menurutnya, tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mampu memperkuat sistem distribusi, pengelolaan data pertanian, hingga memperluas akses pasar bagi para petani.

“Digitalisasi pertanian menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki daerah. Dengan pendekatan ini, sektor pertanian tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ujar Habur.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir sebagai Distinguished Speaker dalam seminar tersebut meskipun di tengah padatnya agenda pemerintahan.

Menurutnya, kehadiran gubernur mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong sinergi antara dunia akademik dan pembuat kebijakan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengembangan inovasi teknologi pertanian yang berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

Seminar INOPTAN Seri 4 sendiri menjadi ruang akademik yang mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi pertanian, serta pemangku kepentingan untuk membahas berbagai inovasi teknologi pertanian berkelanjutan. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan strategi baru yang mampu memperkuat sistem pertanian daerah serta meningkatkan kemandirian pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Selain menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah, kegiatan ini juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di era digital.

Uncategorized

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

Penguatan Link and Match: Unika Santu Paulus Ruteng dan PT Best Agro Internasional Gelar Sosialisasi Magang dan Rekrutmen
Ruteng, 16 April 2026 – Upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi ...
Fri, 17 April 2026 | 2:25
Digitalisasi Pertanian Jadi Keniscayaan, Fakultas Pertanian dan Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan
Ruteng, 19 Januari 2026 – Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulu...
Mon, 19 January 2026 | 3:21
Gubernur NTT Tegaskan Digitalisasi Pertanian sebagai Pilar Ketahanan Pangan pada INOPTAN 4
Ruteng, 19 Januari 2026 – Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa ...
Mon, 19 January 2026 | 12:36
Unika St. Paulus Ruteng Tegaskan Digitalisasi sebagai Pilar Ketahanan Pangan NTT
Ruteng, 19 Januari 2026 – Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas K...
Mon, 19 January 2026 | 8:17
Scroll to Top