
Ruteng, unikastpaulus.ac.id – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng sukses menggelar kegiatan Bina Desa di Poco Likang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Sabtu (15/3/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan dalam pembuatan pupuk organik, guna mendukung praktik pertanian berkelanjutan di desa tersebut.
Kepala Desa Apresiasi Inisiatif FPP Unika St. Paulus Ruteng
Kepala Desa Poco Likang, Alfonsus sudin (Alfons) menyampaikan apresiasi tinggi kepada FPP atas kepeduliannya terhadap masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada FPP Unika St. Paulus Ruteng yang telah memilih desa kami sebagai lokasi Bina Desa. Kegiatan ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Dekan FPP, Dr. Yuliana Wahyu, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret akademisi dalam membangun desa.
Baca Juga: Dekan FPP Unika Ruteng Sampaikan Pesan Inspiratif dalam Yudisium Semester Ganjil TA 2024-2025
“Kami melihat Desa Poco Likang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan peternakan. Melalui program ini, kami ingin memberikan edukasi serta membuka wawasan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada secara lebih efektif dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap Bina Desa ini menjadi bagian dari program strategis FPP dalam melakukan pendampingan jangka panjang untuk masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan pupuk organik, baik dalam bentuk pupuk bokashi maupun pupuk organik cair dari urin ternak.
Baca Juga: Kartu Kendali Siap Membentuk Karakter Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng
Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi
Jessyca Putri Choirunnisa, S.Tr.P., M.P., dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa pelatihan ini mengajarkan cara mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik kaya unsur hara.
Pupuk bokashi dapat meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan menekan perkembangan hama serta penyakit tanaman.
Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urin Ternak
Materi ini disampaikan oleh Puspita Cahya Achmadi, M.Pt., menjelaskan bagaimana urin ternak, khususnya urin babi, dapat difermentasi menjadi pupuk cair yang efektif.
Proses fermentasi menggunakan EM4 dan gula merah membantu meningkatkan kandungan mikroorganisme baik dalam pupuk, sehingga lebih cepat diserap oleh tanaman.
Baca Juga: TiM PkM Unika Ruteng Latih Kelompok Tani Tungku Mose Buat Pupuk Bokashi
Selain itu, Inosensius Harmin Jandu, M.P., memaparkan materi terkait pemasaran produk hortikultura berbasis komunitas.
Ia menekankan pentingnya strategi pemasaran langsung dan penggunaan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pasar produk pertanian lokal.
Dukungan dari Kelompok Wanita Tani Nai Ca Anggit
Kegiatan ini juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nai Ca Anggit yang berperan aktif dalam praktik pembuatan pupuk organik.
“Kami sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena ilmu yang diberikan sangat bermanfaat. Dengan pupuk organik ini, kami bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen,” ujar salah satu anggota KWT.
Dengan adanya pendampingan dari akademisi, diharapkan para petani lokal bisa menerapkan teknik pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan.
Baca Juga: PkM Unika Ruteng Gelar Pelatihan Pembuatan Buku Bergambar Digital untuk Guru PAUD di Manggarai Timur
Harapan dan Keberlanjutan Program
Dekan FPP menutup kegiatan dengan harapan agar kerja sama antara FPP dan masyarakat terus berlanjut dalam berbagai program inovatif.
“Kami ingin menjadikan Poco Likang sebagai desa binaan untuk jangka panjang. Dengan kerja sama yang baik antara akademisi dan masyarakat, kita bisa mendorong pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Keeegiatan ini diakhiri dengan sesi penyerahan cinderamata, dan foto bersama sebagai simbol kerjasama antara FPP Unika St. Paulus Ruteng dan masyarakat Poco Likang.
Penulis Berita: Selvianus Hadun