
Ruteng, 24 Juli 2022 – Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng menyelenggarakan Seminar Nasional INOPTAN Seri 1 secara daring pada Sabtu, 23 Juli 2022. Mengusung tema “Inovasi Teknologi Pertanian untuk Menghadapi Tantangan Terkini”, forum ilmiah ini menjadi ruang konsolidasi gagasan akademik dan praktik inovatif dalam merespons dinamika sektor pertanian nasional dan global.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FPP, Dr. Wahyuni Purnami, S.P., M.Pd., menegaskan urgensi inovasi teknologi sebagai strategi akseleratif dalam menjamin ketersediaan pangan di tengah tekanan multidimensi. Ia menyoroti fakta bahwa sektor pertanian tetap tumbuh selama pandemi Covid-19 ketika banyak sektor lain mengalami kontraksi. Namun, menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks.
Merujuk pada proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO), pertumbuhan populasi global yang diiringi penyusutan lahan pertanian diprediksi akan meningkatkan permintaan produk pertanian secara signifikan. “Situasi ini menuntut inovasi teknologi pertanian yang mampu menjawab kebutuhan saat ini dan masa depan,” ujar Purnami. Ia berharap seminar ini menjadi titik awal kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Lompatan Signifikan Berbasis Teknologi
Sejalan dengan pandangan dekan, para pembicara kunci menggarisbawahi pentingnya transformasi teknologi sebagai pendorong daya saing sektor pertanian. Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc., guru besar dari IPB University, mengangkat konsep pertanian cerdas dan presisi untuk mendukung agroindustri berkelanjutan.
Menurutnya, integrasi teknologi informasi dan komputasi dalam sistem produksi pertanian menjadi prasyarat mutlak untuk mengejar ketertinggalan sektor ini dibandingkan sektor industri lainnya. Ia menekankan perlunya lompatan signifikan melalui pemanfaatan smart farming, sistem sensor, serta analitik data dalam pengambilan keputusan budidaya dan manajemen usaha tani.
Sementara itu, Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec., dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Undana sekaligus anggota Pokja Ahli Badan Pangan Nasional, memfokuskan paparannya pada penguatan kelembagaan pertanian. Ia memaparkan pentingnya pendekatan kemitraan penta helix—yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk meningkatkan adopsi inovasi teknologi, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Manggarai.
Di subsektor peternakan, seminar menghadirkan Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM, dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Akademisi yang pernah meraih penghargaan MURI ini memaparkan perkembangan bioteknologi dan aplikasinya dalam pemuliaan ternak. Salah satu riset yang disorot ialah penggunaan penanda DNA untuk seleksi ayam unggul yang berdampak positif bagi kesehatan manusia. Inovasi ini menunjukkan bahwa pendekatan molekuler dapat mempercepat pencapaian produktivitas sekaligus kualitas hasil ternak.
Media Diseminasi Pengetahuan dan Riset
Ketua panitia seminar, Fany Jularti Panjaitan, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah menjadikan INOPTAN sebagai ruang berbagi pengetahuan dan hasil penelitian. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi untuk terus meningkatkan produktivitas riset yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian.
Salah satu peserta, Bonafantura Jajuk dari Program Studi Peternakan, mengaku memperoleh banyak informasi baru dari seminar tersebut. Ia mengusulkan agar seri berikutnya mengangkat tema pertanian dengan pendekatan multisektoral guna memperluas perspektif kolaborasi lintas bidang.
Seminar INOPTAN Seri 1 juga menghadirkan 18 pemakalah dari internal Unika St. Paulus Ruteng maupun berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Makalah-makalah tersebut terbagi dalam tiga klaster utama: Agronomi, Agribisnis, dan Peternakan. Seluruh materi yang dipresentasikan akan dipublikasikan dalam prosiding seminar yang dapat diakses publik, mempertegas komitmen institusi dalam mendiseminasikan hasil riset secara terbuka.
Melalui forum akademik ini, FPP Unika St. Paulus Ruteng menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan inovasi pertanian di tingkat regional dan nasional, sekaligus mendorong lahirnya solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan agroindustri.