
Ruteng, 31 Mei 2024 – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UNIKA St. Paulus Ruteng menggelar Seminar Nasional (SemNas) INOPTAN Seri II bertajuk “Implementasi Green Economy dalam Pembangunan Rendah Karbon pada Sektor Pertanian dan Peternakan” secara daring, Kamis (30/5/2024). Kegiatan ilmiah ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam merumuskan arah pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan.
Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng, Maksimus Regus, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para narasumber yang telah bersedia membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada seluruh sivitas akademika.
Seminar nasional ini menghadirkan Medrilzam sebagai distinguished speaker. Selain itu, tampil pula sejumlah keynote speakers, yakni Hagus Tarno, Endang Yuniastuti, dan Yulia Kurniawati, serta para pembicara pada sesi paralel.
Menurut Rektor Maksimus Regus, kehadiran distinguished speaker dan para keynote speakers merupakan kehormatan besar bagi kampus. Ia menilai pengalaman dan kompetensi para narasumber diharapkan mampu memberikan wawasan baru dan inspirasi dalam menjawab tantangan kompleks di sektor pertanian dan peternakan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan situasi global saat ini. Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, ujarnya, merupakan isu global yang menuntut perhatian serius. Sektor pertanian dan peternakan memiliki peran signifikan, baik sebagai kontributor emisi gas rumah kaca maupun sebagai sektor yang paling terdampak oleh perubahan iklim.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UNIKA St. Paulus Ruteng, lanjutnya, memiliki tanggung jawab dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan inovasi dan teknologi di bidang pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.
Rektor juga menyampaikan keyakinannya bahwa penerapan prinsip-prinsip ekonomi hijau mampu mendorong pembangunan rendah karbon yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Seminar ini, jelasnya, bertujuan mendiskusikan berbagai strategi dan pendekatan untuk mengintegrasikan konsep green economy dalam pembangunan sektor pertanian dan peternakan. Ia berharap para narasumber dapat memberikan pandangan komprehensif terkait kebijakan dan program pemerintah dalam mendukung pembangunan rendah karbon.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ilmiah tersebut sebagai ruang diskusi konstruktif, pertukaran gagasan, dan pencarian solusi inovatif yang dapat diimplementasikan di lapangan.
Pantauan selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa para keynote speakers membahas beragam topik, mulai dari inovasi teknologi pertanian, manajemen sumber daya alam berkelanjutan, hingga praktik-praktik terbaik dalam peternakan ramah lingkungan. Seminar ini diharapkan menjadi pijakan akademik dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap agenda pembangunan rendah karbon di tingkat lokal maupun nasional.