
Ruteng, 04 Juni 2024 – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng kembali menegaskan perannya dalam merespons isu global perubahan iklim melalui penyelenggaraan Seminar Nasional (SemNas) INOPTAN Seri 2. Seminar yang mengusung tema “Implementasi Green Economy dalam Pembangunan Rendah Karbon pada Sektor Pertanian dan Peternakan” ini dilaksanakan secara daring pada Kamis (30/5/2024) dan diikuti oleh civitas akademika serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah.
Kegiatan ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar nasional sebagai narasumber, di antaranya Medrilzam sebagai distinguished speaker, serta para keynote speakers Hagus Tarno, Endang Yuniastuti, dan Yulia Kurniawati. Kehadiran para pakar tersebut dinilai memberikan bobot akademik yang kuat sekaligus memperkaya perspektif diskusi mengenai pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan.
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Maksimus Regus, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia menekankan bahwa tema seminar sangat relevan dengan tantangan global saat ini, khususnya perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan peternakan.
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan memiliki posisi strategis sekaligus dilematis: berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, namun pada saat yang sama menjadi sektor yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, penerapan prinsip green economy dipandang sebagai pendekatan penting untuk mendorong pembangunan rendah karbon tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen UNIKA Santu Paulus Ruteng sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk terus mengembangkan inovasi dan teknologi pertanian serta peternakan yang berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan akademik seperti seminar nasional yang menjadi ruang dialog antara akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa.
Seminar Nasional INOPTAN Seri 2 juga diarahkan sebagai forum strategis untuk mendiskusikan berbagai kebijakan, program pemerintah, serta pendekatan praktis dalam mengintegrasikan konsep green economy ke dalam pembangunan sektor pertanian dan peternakan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun jejaring kolaboratif yang mampu melahirkan solusi inovatif dan aplikatif di tingkat lapangan.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum seminar secara optimal dengan berdiskusi secara konstruktif dan bertukar gagasan kritis. Upaya kolektif tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi dunia akademik dalam mewujudkan pertanian dan peternakan yang berkelanjutan serta berorientasi pada pembangunan rendah karbon.