Bahas Transformasi Industri Konstruksi Berbasis Artificial Intelligence, Fakultas Pertanian dan Peternakan bersama Fakultas Teknik UNIKA Santu Paulus Ruteng Gelar 1st ALICE 2026
Bahas Transformasi Industri Konstruksi Berbasis Artificial Intelligence, Fakultas Pertanian dan Peternakan bersama Fakultas Teknik UNIKA Santu Paulus Ruteng Gelar 1st ALICE 2026
Mon, 29 June 2026 7:25
WhatsApp Image 2026-07-01 at 09.39.26

Ruteng, 29 Juni 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam 1st International Conference on Agriculture, Livestock and Civil Engineering (1st ALICE) yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan bersama Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng pada Senin, 29 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Pada kesempatan tersebut, dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Assoc. Prof. Ir. Dr. Eeydzah Aminudin, memaparkan materi bertajuk transformasi industri konstruksi menuju era Intelligent Construction, yaitu konsep pembangunan yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Digital Twin untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas, serta keselamatan kerja pada proyek konstruksi.

Dalam pemaparannya, Dr. Eeydzah menjelaskan bahwa industri konstruksi selama bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas, tingginya pemborosan material, keterlambatan penyelesaian proyek, hingga ketergantungan terhadap tenaga kerja manual. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut melalui penerapan sistem konstruksi yang lebih cerdas dan berbasis data.

Salah satu penerapan AI yang mendapat perhatian adalah penggunaan Machine Learning untuk mendeteksi potensi benturan desain (clash detection) sebelum proses konstruksi dimulai. Dengan menganalisis data dari berbagai disiplin secara bersamaan, teknologi tersebut mampu meminimalkan kesalahan koordinasi yang selama ini menjadi penyebab utama terjadinya pengerjaan ulang (rework).

Mengacu pada hasil kajian Viact (2021), Dr. Eeydzah menyampaikan bahwa implementasi Machine Learning dan Artificial Intelligence berpotensi mengurangi pemborosan waktu dan biaya akibat pengerjaan ulang hingga lebih dari 70 persen. Efisiensi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan konstruksi di tengah perkembangan industri yang semakin kompetitif.

Selain membahas pemanfaatan AI pada tahap perencanaan, Dr. Eeydzah juga memperkenalkan inovasi robotika konstruksi melalui teknologi ROBOBRICK. Teknologi ini merupakan implementasi konsep Embodied AI yang memungkinkan kolaborasi antara manusia dan robot dalam proses pemasangan bata.

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan pemasangan bata secara konvensional masih bergantung pada aktivitas manual yang bersifat repetitif sehingga menghasilkan variasi produktivitas dan kualitas pekerjaan. Melalui ROBOBRICK, proses pemasangan dapat dilakukan secara lebih presisi dengan dukungan algoritma AI sehingga kualitas konstruksi menjadi lebih konsisten sekaligus membantu menjaga ketepatan waktu penyelesaian proyek.

Lebih lanjut, Dr. Eeydzah menyoroti perubahan kompetensi yang akan dihadapi tenaga kerja di bidang teknik sipil. Menurutnya, perkembangan AI akan menggeser peran profesi konvensional menuju pekerjaan yang lebih berorientasi pada pengembangan, pengawasan, dan kolaborasi dengan sistem cerdas.

Tenaga profesional di masa depan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknik sipil, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan teknologi digital, memahami logika algoritma, serta mengelola kolaborasi antara manusia dan Artificial Intelligence dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam sesi yang sama, Dr. Eeydzah memperkenalkan model kematangan implementasi AI yang dikembangkan Alex Ferguson (2018). Model tersebut menggambarkan tahapan transformasi digital perusahaan, mulai dari desain kolaboratif hingga sistem desain dan verifikasi yang sepenuhnya otonom.

Menurutnya, sebagian besar perusahaan konstruksi saat ini masih berada pada tahap awal implementasi AI. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempercepat transformasi menuju sistem yang lebih terintegrasi agar mampu mempertahankan daya saing di masa mendatang.

Pemanfaatan teknologi Computer Vision dan drone juga menjadi bagian penting dalam transformasi industri konstruksi. Dengan dukungan kamera berbasis cloud dan pengawasan udara menggunakan drone, AI mampu melakukan pemantauan proyek secara real-time, mendeteksi potensi risiko keselamatan, mengevaluasi produktivitas, serta melakukan inspeksi kualitas secara lebih objektif dan akurat.

Menutup presentasinya, Dr. Eeydzah menegaskan bahwa implementasi Artificial Intelligence bukan sekadar adopsi perangkat lunak baru, melainkan transformasi menyeluruh terhadap strategi organisasi. Perusahaan didorong untuk membangun kapasitas internal melalui pengembangan algoritma sendiri serta membentuk Internal Center of Excellence (CoE) sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital.

Paparan tersebut memberikan gambaran bahwa masa depan industri konstruksi akan semakin ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan data dan teknologi digital secara cerdas. Melalui penyelenggaraan 1st International Conference on Agriculture, Livestock and Civil Engineering (1st ALICE), Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menghadirkan ruang akademik bagi para peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi terkini sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong inovasi di bidang pertanian, peternakan, dan teknik sipil.

Berita

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

Kukuhkan Kelulusan, Fakultas Pertanian dan Peternakan dan Fakultas Teknik Gelar Yudisium Semester Genap 2025/2026
Ruteng, 07 Juli 2026 – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) serta Fakultas Te...
Tue, 7 July 2026 | 6:46
Bahas Transformasi Industri Konstruksi Berbasis Artificial Intelligence, Fakultas Pertanian dan Peternakan bersama Fakultas Teknik UNIKA Santu Paulus Ruteng Gelar 1st ALICE 2026
Ruteng, 29 Juni 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi s...
Mon, 29 June 2026 | 7:25
Memperkuat Kolaborasi Akademik melalui Kemitraan Strategis antara BMKG Frans Sales Lega dan Fakultas Pertanian dan Peternakan UNIKA Santu Paulus Ruteng
Ruteng, 9 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat sinergi antara institusi pemerintah...
Tue, 9 June 2026 | 7:08
Penguatan Link and Match: Unika Santu Paulus Ruteng dan PT Best Agro Internasional Gelar Sosialisasi Magang dan Rekrutmen
Ruteng, 16 April 2026 – Upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi ...
Fri, 17 April 2026 | 2:25
Scroll to Top