
Ruteng, 28 Agustus 2025 – “Inovasi Pemerintah Kelurahan Poco Mall dan Mahasiswa Unika Ruteng Mengubah Sampah Jadi Pupuk” merepresentasikan praktik inovasi sosial berbasis kolaborasi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal dalam menjawab persoalan kelangkaan pupuk organik serta pengelolaan sampah. Program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kelurahan Poco Mall bersama enam mahasiswa Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025.
Secara substantif, program ini berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap keterbatasan akses pupuk organik yang selama ini menjadi kendala utama bagi petani, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Poco Mall. Kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya produktivitas pertanian hortikultura. Inisiatif mahasiswa memanfaatkan sampah dedaunan dan bahan organik lokal sebagai pupuk menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya produktif. Penggunaan EM4 sebagai mikroorganisme pengurai mencerminkan adanya transfer pengetahuan ilmiah ke dalam praktik pertanian masyarakat.
Kontribusi mahasiswa terlihat jelas melalui peran aktif Angelita Nova dan Agustinus Rilo. Angelita Nova menekankan pentingnya kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk dengan memanfaatkan sumber daya di lingkungan sekitar. Pandangan ini menunjukkan orientasi program pada pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar solusi jangka pendek. Sementara itu, Agustinus Rilo menyoroti potensi Kelurahan Poco Mall sebagai sentra pupuk organik lokal yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sayuran hortikultura.
Dari perspektif pengabdian kepada masyarakat, program ini memiliki nilai strategis karena melibatkan KWT sebagai aktor utama dalam keberlanjutan kegiatan. Keterlibatan Kader PKK dan Posyandu dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga memperluas dampak kegiatan ke sektor gizi keluarga. Hal ini menunjukkan adanya integrasi lintas sektor antara pertanian, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, yang sejalan dengan paradigma pembangunan partisipatif.
Dukungan pemerintah kelurahan tercermin dari pernyataan Lurah Poco Mall, Oktavianus S.N. Aman, yang memberikan apresiasi terhadap kerja nyata mahasiswa. Menurutnya, program KKN Tematik ini tidak hanya menghadirkan mahasiswa secara fisik di tengah masyarakat, tetapi juga mentransfer keterampilan yang dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh warga. Penekanan pada keberlanjutan pasca-KKN menunjukkan kesadaran akan pentingnya investasi pengetahuan jangka panjang dalam pembangunan lokal.
Namun demikian, dari sudut pandang akademik, program ini masih memiliki ruang untuk penguatan, khususnya dalam aspek evaluasi dampak. Pengukuran kuantitatif mengenai peningkatan hasil panen, pengurangan volume sampah organik, serta efisiensi biaya produksi pertanian akan memperkuat validitas ilmiah program. Data tersebut penting agar inovasi ini tidak hanya dipandang sebagai praktik baik, tetapi juga dapat direplikasi sebagai model pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan di wilayah lain.
Secara keseluruhan, inovasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk di Kelurahan Poco Mall menunjukkan sinergi ideal antara mahasiswa, pemerintah lokal, dan masyarakat. Melalui peran aktif Angelita Nova, Agustinus Rilo, serta dukungan Lurah Oktavianus S.N. Aman, program ini berhasil menjawab persoalan kelangkaan pupuk sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Inisiatif ini menegaskan bahwa pertanian berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana berbasis pengetahuan, kolaborasi, dan kearifan lokal.